Renungan Pagi Hari
Bila kesunyian datang menghampiri, bila keraguan datang mengunjungi hati, "dunia" terasa sempit, "mata" terbatas untuk memandang, "bicara" pun enggan. Mencari kebahagian hati terkadang sukar untuk ditemukan, jika pun ada hanya bertepuk sebelah tangan.
Pada saat hati terisi oleh orang yang terkasih, kerinduan menepi dihati adakalanya tak tercapai "asa" yang ingin diraih. Meski kehendak kita ingin kita bagi dengannya belum tentu ada kesepakatan.
Mencoba mengerti dan meraba apa yang terjadi belum tentu ada titik temu, mungkin jika satu sama lain saling mengerti dengan situasi dan keadaan yang dihadapi bisa jadi semua itu akan tetap terpelihara.
Tujuan hidup akan lebih baik kalau ada keterbukaan dan jangan ragu untuk berterus terang kepada "orang" kita percayai, memang itu akan terasa "pahit" dirasa. Trauma masa lalu akan hilang secara perlahan bila kita mampu mengucapkan rasa syukur dan berterima kasih kepada "orang" yang pernah menyakiti hati. Jangan takut untuk meraih kembali rasa cinta yang pernah ada, belajarlah dari apa yang pernah terjadi. Yang Maha Kuasa telah memberi anugrah kepada manusia untuk saling mencintai dan mengasihi. Bangkit dan bangkitlah dari "asa" yang terpendam untuk berjalan dan berlari mencapai apa yang kita inginkan. Jangan takut untuk jatuh kembali itu bagian dari keberhasilan yang tertunda. Masih ada orang yang peduli yang mau membantu dalam meraih "asa" itu kembali.***212
Pada saat hati terisi oleh orang yang terkasih, kerinduan menepi dihati adakalanya tak tercapai "asa" yang ingin diraih. Meski kehendak kita ingin kita bagi dengannya belum tentu ada kesepakatan.
Mencoba mengerti dan meraba apa yang terjadi belum tentu ada titik temu, mungkin jika satu sama lain saling mengerti dengan situasi dan keadaan yang dihadapi bisa jadi semua itu akan tetap terpelihara.
Tujuan hidup akan lebih baik kalau ada keterbukaan dan jangan ragu untuk berterus terang kepada "orang" kita percayai, memang itu akan terasa "pahit" dirasa. Trauma masa lalu akan hilang secara perlahan bila kita mampu mengucapkan rasa syukur dan berterima kasih kepada "orang" yang pernah menyakiti hati. Jangan takut untuk meraih kembali rasa cinta yang pernah ada, belajarlah dari apa yang pernah terjadi. Yang Maha Kuasa telah memberi anugrah kepada manusia untuk saling mencintai dan mengasihi. Bangkit dan bangkitlah dari "asa" yang terpendam untuk berjalan dan berlari mencapai apa yang kita inginkan. Jangan takut untuk jatuh kembali itu bagian dari keberhasilan yang tertunda. Masih ada orang yang peduli yang mau membantu dalam meraih "asa" itu kembali.***212
Tidak ada komentar:
Posting Komentar