Catatan Sang Pengawal Hati #1
Suara hati menjadi menjadi tak terdengar lagi, dalam batas angan semua ini terjadi. Ingin hati meluruskan suatu masalah tidak tahunya menjadi masalah. Mungkin semua ini harus terjadi, atau mungkin memang harus terjadi. Entah dimana letak kesalahannya dan siapa yang salah sesunguhnya, aku tak tahu.
Selalu kujaga rasa ini untuk sebuah kejujuran dan kepedulian untuk sebuah nama, yang selama ini hadir dan menghiasi rutinitasku setiap hari.
Nama itu ada dan terukir dalam separuh hatiku, setiap kata yang terucap dalam dinding semu membuatnya seolah nyata di hadapanku.
Dalam kesunyian, sering ku ulas setiap anganku demi sebuah asa yang tak pasti. Ku coba tersenyum selalu jika dia tak ada. Terkadang ini semua dianggap hanya keterpaksaan, karena dinding dan jaraklah yang membatasi semua ini. Kubertahan sampai saat ini karena ingin membuatnya tetap tegar dan tersenyum dalam setiap langkah hidupnya untuk mencari sebuah pencerahan untuk mengobati luka hatinya yang sempat terkoyak .
Ku coba terus mendampingi hatinya untuk terus melangkah menuju penghujung penderitaan yang dialaminya untuk menemukan titik pencerahan jiwa, hingga akhirnya menemukan jati diri yang sebenarnya. Ku ciptakan keindahan disetiap kata-kataku hanya untuk menutupi kepedihan hatiku ketika dia menceritakan kegundahan hatinya. Hatiku terenyuh dari setiap kata yang terucap olehnya.
Kini semua itu telah rusak akibat permasalah kecil, kujelaskan kepadanya bahwa tidak ada niatku untuk menyakiti hatinya, aku hanya tak mau jika dia dilecehkan atau dianggap senang menerima sebuah pemberian yang nantinya berakibat buruk dikemudian hari. Ku coba terus jelaskan sampai akhirnya buntu dalam kebisuan malam.
Aku berpikir,
Apakah memang sudah saatnya tugasku selesai sampai disini dalam mengawal hatinya?
Atau dia butuh dalam kesendirian hanya untuk menenangkan diri?
Entahlah...,
Kuharap, jangan engkau larut dalam penderitaan, jangan engkau menitikan air mata dalam kesedihan, simpanlah air matamu untuk kebahagian yang akan kau dapatkan kelak dipenghujung pencarianmu dalam menemukan kebahagian yang sejati.
Maafkan jika semua yang kulakukan membuat langkah hidupmu menjadi terbatas. Aku ada jika kamu telah melepaskan semua beban hatimu......
JAGALAH HATIMU SELALU.
Selalu kujaga rasa ini untuk sebuah kejujuran dan kepedulian untuk sebuah nama, yang selama ini hadir dan menghiasi rutinitasku setiap hari.
Nama itu ada dan terukir dalam separuh hatiku, setiap kata yang terucap dalam dinding semu membuatnya seolah nyata di hadapanku.
Dalam kesunyian, sering ku ulas setiap anganku demi sebuah asa yang tak pasti. Ku coba tersenyum selalu jika dia tak ada. Terkadang ini semua dianggap hanya keterpaksaan, karena dinding dan jaraklah yang membatasi semua ini. Kubertahan sampai saat ini karena ingin membuatnya tetap tegar dan tersenyum dalam setiap langkah hidupnya untuk mencari sebuah pencerahan untuk mengobati luka hatinya yang sempat terkoyak .
Ku coba terus mendampingi hatinya untuk terus melangkah menuju penghujung penderitaan yang dialaminya untuk menemukan titik pencerahan jiwa, hingga akhirnya menemukan jati diri yang sebenarnya. Ku ciptakan keindahan disetiap kata-kataku hanya untuk menutupi kepedihan hatiku ketika dia menceritakan kegundahan hatinya. Hatiku terenyuh dari setiap kata yang terucap olehnya.
Kini semua itu telah rusak akibat permasalah kecil, kujelaskan kepadanya bahwa tidak ada niatku untuk menyakiti hatinya, aku hanya tak mau jika dia dilecehkan atau dianggap senang menerima sebuah pemberian yang nantinya berakibat buruk dikemudian hari. Ku coba terus jelaskan sampai akhirnya buntu dalam kebisuan malam.
Aku berpikir,
Apakah memang sudah saatnya tugasku selesai sampai disini dalam mengawal hatinya?
Atau dia butuh dalam kesendirian hanya untuk menenangkan diri?
Entahlah...,
Kuharap, jangan engkau larut dalam penderitaan, jangan engkau menitikan air mata dalam kesedihan, simpanlah air matamu untuk kebahagian yang akan kau dapatkan kelak dipenghujung pencarianmu dalam menemukan kebahagian yang sejati.
Maafkan jika semua yang kulakukan membuat langkah hidupmu menjadi terbatas. Aku ada jika kamu telah melepaskan semua beban hatimu......
JAGALAH HATIMU SELALU.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar