Sabtu, 14 Maret 2015

Renungan Pagi Hari

Renungan Pagi Hari

19 Februari 2015 pukul 8:35
Bila kesunyian datang menghampiri, bila keraguan datang mengunjungi hati, "dunia" terasa sempit, "mata" terbatas untuk memandang, "bicara" pun enggan. Mencari kebahagian hati terkadang sukar untuk ditemukan, jika pun ada hanya bertepuk sebelah tangan.
Pada saat hati terisi oleh orang yang terkasih, kerinduan menepi dihati adakalanya tak tercapai "asa" yang ingin diraih. Meski kehendak kita ingin kita bagi dengannya belum tentu ada kesepakatan.
Mencoba mengerti dan meraba apa yang terjadi belum tentu ada titik temu, mungkin jika satu sama lain saling mengerti dengan situasi dan keadaan yang dihadapi bisa jadi semua itu akan tetap terpelihara.
Tujuan hidup akan lebih baik kalau ada keterbukaan dan jangan ragu untuk berterus terang kepada "orang" kita percayai, memang itu akan terasa "pahit" dirasa. Trauma masa lalu akan hilang secara perlahan bila kita mampu mengucapkan rasa syukur dan berterima kasih kepada "orang" yang pernah menyakiti hati. Jangan takut untuk meraih kembali rasa cinta yang pernah ada, belajarlah dari apa yang pernah terjadi. Yang Maha Kuasa telah memberi anugrah kepada manusia untuk saling mencintai dan mengasihi. Bangkit dan bangkitlah dari "asa" yang terpendam untuk berjalan dan berlari mencapai apa yang kita inginkan. Jangan takut untuk jatuh kembali itu bagian dari keberhasilan yang tertunda. Masih ada orang yang peduli yang mau membantu dalam meraih "asa" itu kembali.***212

Dia Yang Kembali

Dia Yang Kembali

20 Februari 2015 pukul 17:36

CATATAN DINI HARI

**TERLAHIR DARI SATU NAMA

Rasa dan asa selalu ada,........
Terkadang dalam kesendirian kucoba ungkap kata demi kata menjadi kalimat hingga membentuk suatu tulisan yang mewakili satu perasaan dalam jiwa dan pemikiran.
Entah, sejak kukenal satu "nama", yang s'lalu hadir "mengisi" rutinitas ku dalam bekerja, memotivasi dalam semangat dalam suatu tugas yang ku emban. Dialah "Sahabat" yang dapat membuatku tersenyum, dia juga yang bisa membuatku tertawa, dia juga yang dapat mengembalikan rasa dan asa yang dulu pernah hilang, dan dia juga yang menjadi inspirasi dalam setiap tulisanku. Apalah arti sahabat jika masih saling menyakiti, tidak mau berbagi, mudah untuk marah dalam urusan sepele. Namun aku berusaha untuk selalu menjaga etika dalam persahabatan ini, jika memang harus ada kekesalan ataupun amarah, itu atas dasar kejujuran dan rasa peduli untuk saling menjaga dari hal-hal yang mungkin berdampak buruk di kemudian hari.

Sahabat....
Jika s’lama ini segala “ucapan dan kalimatku” yang dapat membuat hatimu senang atau tersinggung,...maafkanlah karena aku hanya orang biasa yang jauh dari kata sempurna. Perubahan demi perubahan selalu kurasa dalam hidupku, segala rutinitas dan setiap tugas yang ku emban hampir tidak ada keluh kesah. Dengan semangat dan niat tulus ku kerjakan semua. Meski kendala sering kuhadapi itu tidak jadi persoalan berat selama Yang Maha Kuasa memberi restu-Nya, selama aku bisa dan selama waktu masih terus berjalan, akan kuhilang aral yang melintang demi tujuan yang pasti dan bermanfaat bagi semua orang.

Sahabat....
Aku berpesan kepadamu...
“asa boleh berbeda tapi rasa adalah sama meski berbeda dalam bahasa namun satu dalam pengertian”. Karena rasa itulah yang dapat menyatukan semua makhluk-Nya, karena rasa-lah yang melahirkan harapan dan tujuan untuk hidup menuju pencerahan dalam mencari ketenangan jiwa.

Wahai sahabat...my inspiration selama kau ada “disini” dan selama belum ada larangan, aku akan selalu menulis dari setiap molekul-molekul kata dalam otakku hingga menjadi elemen sebuah kalimat. Namun jika kau “menghilang atau terus menghilang” mungkin ini tulisan terakhir yang aku tulis.


Jangan negatif ya,..ini hanya tulisan untuk sebuah hiburan semata
terlahir dari sebuah pemikiran yang di "sinkronkan" ke hati
moga ada pesan dan manfaatnya dari setiap kata yang tersembunyi

Catatan Sang Pengawal Hati #1

Catatan Sang Pengawal Hati #1

24 Februari 2015 pukul 1:57
Suara hati menjadi menjadi tak terdengar lagi, dalam batas angan semua ini terjadi. Ingin hati meluruskan suatu masalah tidak tahunya menjadi masalah. Mungkin semua ini harus terjadi, atau mungkin memang harus terjadi. Entah dimana letak kesalahannya dan siapa yang salah sesunguhnya, aku tak tahu.
Selalu kujaga rasa ini untuk sebuah kejujuran dan kepedulian untuk sebuah nama, yang selama ini hadir dan menghiasi rutinitasku setiap hari.
Nama itu ada dan terukir dalam separuh hatiku,  setiap kata yang terucap  dalam dinding semu membuatnya seolah nyata di hadapanku.

Dalam kesunyian, sering ku ulas setiap anganku  demi sebuah asa yang tak pasti. Ku coba tersenyum selalu jika dia tak ada. Terkadang ini semua dianggap hanya keterpaksaan, karena dinding dan jaraklah yang membatasi semua ini. Kubertahan sampai saat ini karena ingin membuatnya tetap tegar dan tersenyum dalam setiap langkah hidupnya untuk mencari sebuah pencerahan untuk mengobati luka hatinya yang sempat terkoyak .

Ku coba terus mendampingi hatinya untuk terus melangkah menuju penghujung penderitaan yang dialaminya untuk menemukan titik pencerahan jiwa, hingga akhirnya menemukan jati diri yang sebenarnya. Ku ciptakan keindahan disetiap kata-kataku hanya untuk menutupi kepedihan hatiku ketika dia menceritakan kegundahan hatinya. Hatiku terenyuh dari setiap kata yang terucap olehnya.

Kini semua itu telah rusak akibat permasalah kecil, kujelaskan kepadanya bahwa tidak ada niatku untuk menyakiti hatinya, aku hanya tak mau jika dia dilecehkan atau dianggap senang menerima sebuah pemberian yang nantinya berakibat buruk dikemudian hari. Ku coba terus jelaskan sampai akhirnya buntu dalam kebisuan malam.

Aku berpikir,
Apakah memang sudah saatnya tugasku selesai sampai disini dalam mengawal hatinya?
Atau dia butuh dalam kesendirian hanya untuk menenangkan diri?
Entahlah...,

Kuharap,  jangan engkau larut dalam penderitaan, jangan engkau menitikan air mata dalam kesedihan, simpanlah air matamu untuk kebahagian yang akan kau dapatkan kelak dipenghujung pencarianmu dalam menemukan kebahagian yang sejati.
Maafkan jika semua yang kulakukan membuat langkah hidupmu menjadi terbatas. Aku ada jika kamu telah melepaskan semua beban hatimu......
JAGALAH HATIMU SELALU.

Entahlah.....

Entahlah.....

8 Maret 2015 pukul 17:39
Mungkinkah selamanya aku ada untuknya
Mungkinkah seharusnya asa ini nyata
Mungkinkah selamanya dia ada untukku
Mungkinkah seharusnya asa ini menyatu

Separuh langkahku bimbang
Separuh hatiku menimbang
Separuh jiwaku terhempas
Separuh asaku terganjal rasa cemas

Andaiku tak lagi ada disisimu,
Andaiku tak lagi menemanimu,
Ku ingin engkau tetap tegar
Ku ingin engkau tetap sabar

Mungkin memang sudah saatnya,
Aku pergi dari kehidupanmu
Mungkin memang sudah waktunya,
Aku akhiri semuanya
Entahlah.....

" Kau tak harus hadir dihadapanku,
Karena engkau telah nyata di hatiku......"

SUKSES BUKAN BERARTI BERHASIL

SUKSES BUKAN BERARTI BERHASIL

10 Maret 2015 pukul 19:54
Kesuksesan tak lepas dari usaha, pengetahuan, pengalaman dan kemauan yang keras, giat dan ulet dalam berusaha. Namun tak jarang banyak dari mereka menafsirkan kesuksesan itu hasil usaha sendiri padahal orang-orang yang berada di sekitarnya tanpa disadari telah membantu, mungkin dengan ucapan, tenaga, atau sedikit bantuan berpikir.

Merasakan kepahitan sebelum kesuksesan itu datang lebih baik daripada kesuksesan secara instan. Apabila kesuksesan itu belum juga berpihak maka ingat semua permasalahan pasti ada solusinya, dan akhirnya kembali kepada orang-orang yang berada di sekitar juga.

Banyak cara meraih sukses tinggal memilih mana yang lebih MUDAH atau SULIT UNTUK DIJADIKAN TANTANGAN ?

#F1 with #M212 > dalam: "Berpikir Sejenak"

CIPTA RASA DAN ASA

CIPTA RASA DAN ASA

10 Maret 2015 pukul 20:38
DERAP LANGKAH MENYAPU DEBU
ANGKAT TANGAN MARI BAHU MEMBAHU
GUNAKAN TENAGA UNTUK BERJIBAKU
SATUKAN RASA UNTUK BERSATU PADU

HINDARI RASA SALING CURIGA
BUANG JAUH NAFSU DAN MURKA
GUNAKAN LOGIKA UNTUK SALING MENJAGA
UNTUK MENCIPTAKAN SATU RASA DAN ASA

#F1 with #M212

PAHIT MANIS UNTUK KESEDERHANAAN

PAHIT MANIS UNTUK KESEDERHANAAN

10 Maret 2015 pukul 21:33
#F1......
Belajar dan mengambil dari kepahitan dan penderitaan hidup lebih bermanfaat untuk hari esok dari pada selalu mengambil manisnya harapan yang belum tentu terbukti dari kenyataan. Manakala kita tersadar akan "mimpi" yang tak jadi kenyaatan, yang ada hanya rasa kecewa, larut dalam kesedihan yang berkepanjangan, bahkan "mimpi" itu bisa menjadikan trauma.
Kalau semua itu sudah menjadi beban hati dalam kehidupan maka yang ada hanya keluh kesah, jauh dari semangat, merasa terkucil, enggan bangkit dari penyesalan.

#F1......
Belajar untuk hidup sederhana pun belum cukup apabila belum bisa menyederhanakan hati, pikiran dan tujuan. Bebaskan hati dari segala beban yang ada secara "perlahan" untuk mengurangi "berat" dalam melangkah untuk meraih cita-cita. Satukan Hati, pikiran dan tenaga sebagai modal untuk "pergerakan dalam hidup"


#F1 with #M212 dalam: "Keluasan Tekad Untuk Kebebasan Hati dan Pikiran"